More Light, Less Sleep
Thanks to the electrical light, Americans today, on the average, sleep 1,2 hours less Americans of six decades ago. A University of Florida report noted that most adults sleep 7,5 hours a day and that about 15% sleep less than 6,5 hours.
Mighty Micro-chip
A chip of silllicon a quarter-inch square has the capacity of the original 1946 ENIAC computer, which occupied a whole room.
World's Smallest Motor
The world's smallest electric motor weighs one half-millionth of a pound ans is smaller than the head of pin. Built by a Californian, William McLellan, the motor measures a sixty-fourth of an inch on all sides. It has thirteen parts and generates one-millionth of a horsepower. It can be seen in an operation
only through a microscope. McLellan built a motor using a toothpick, a microscope, and a watchmaker's lather.
The First Traffic Lights
In 1930, a Detroit policeman named William L.Potts worked out an electric light system that allowed him to control three street intersections from one tower. he picked the colors red, yellow and green because railroads used them. These were the first street traffic lights.
Forces of Attraction
An electron and a positron attract each other in two ways: the electromagnetic attraction of their opposite electric charges, and the gravitational attraction ot their two masses. The electromagnetic attraction is 4,200,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000,000 times as strong as the gravitational. (Of the four known forces-gravitation, weak interaction, electromagnetic interaction, strong interaction- the gravitational force by far the weakest).
The Largest Light Bulb
The largest light bulb was a foot-long 75,000-watt bulb handblown at the Corning Works to celebrate seventy-fifth anniversary of Thomas Edison's invention of the incandescent lamp.
Regardless of who you are or what you do, if you are looking for the best way to reap the most reward in all areas of life, you should look for the good in every person and in every situation and adopt the golden rule as a way of life Love can be learned and continually improved. A positive attitude of growth of love relationship might rekindlle some dying embers, and it certainly can make life more enjoyable...
Showing posts with label Technology. Show all posts
Showing posts with label Technology. Show all posts
February 24, 2011
January 21, 2011
Modem 3,5G Sekaligus Router WiFi
JAKARTA, KOMPAS.com - Buat Anda yang tenagh mencari solusi akses internet untuk kebutuhan pribadi maupun kelompok, perangkat baru dari Huawei ini mungkin bisa jadi pertimbangan. Huawei E5830 yang diluncurkan di Jakarta, Kamis (20/1/2011) ini tidak hanya bisa berfungsi sebagai modem kecepatan tinggi di jaringan seluler, namun juga bisa berfungsi sebagai router WiFi bagi 5 pengguna sekaligus.
"Huawei E5830, adalah varian Mobile WiFi modem yang sangat berbeda dari produk-produk pendahulunya, berinteraksi dengan orang lain kini jadi semakin mudah karena modem ini sanggup menghubungkan lima perangkat pada saat yang bersamaan dengan konfigurasi yang sangat mudah," tutur Riadi Sugihtani, Marketing Director Huawei Device Indonesia, dalam siaran persnya.
Tidak hanya mumpuni dari sisi fungsi, namun juga dibalut dengan desain estetik dan bercitarasa lifestyle yang tinggi. bentuknya oval tanpa sudut, tak kaku seperti modem kebanyakan. Warnanya pun perak mengilat bisa menyatu dengan tema desain interior di sekitar tempat kerja atau ruangan pertemuan.
Huawei E5830 mendukung jaringan 3G/HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) dan HSUPA (High Speed Uplink Packet Access). Di dalamnya sudah built-in WiFi untuk membagi koneksi jaringan hingga lima pengguna sekaligus secara nirkabel.
Piranti cerdas ini telah meraih beragam apresiasi di beberapa pasar internasional dan berhasil mencetak total penjualan yang cukup tinggi yaitu tiga juta unit di seluruh dunia. Bahkan produk ini juga berhasil meraih penghargaan "Award of Editor's Choice" pada perayaan bergengsi situs IT dan the "Annual E-fashion" produk serta terpilih menjadi "Work Gadget of the Year" di Australia.
Di Indonesia, Huawei E5830 telah dibundling dengan paket langganan TelkomselFlash unlimited secara cuma-cuma selama 3 bulan dengan harga Rp 999.000.
"Huawei E5830, adalah varian Mobile WiFi modem yang sangat berbeda dari produk-produk pendahulunya, berinteraksi dengan orang lain kini jadi semakin mudah karena modem ini sanggup menghubungkan lima perangkat pada saat yang bersamaan dengan konfigurasi yang sangat mudah," tutur Riadi Sugihtani, Marketing Director Huawei Device Indonesia, dalam siaran persnya.
Tidak hanya mumpuni dari sisi fungsi, namun juga dibalut dengan desain estetik dan bercitarasa lifestyle yang tinggi. bentuknya oval tanpa sudut, tak kaku seperti modem kebanyakan. Warnanya pun perak mengilat bisa menyatu dengan tema desain interior di sekitar tempat kerja atau ruangan pertemuan.
Huawei E5830 mendukung jaringan 3G/HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) dan HSUPA (High Speed Uplink Packet Access). Di dalamnya sudah built-in WiFi untuk membagi koneksi jaringan hingga lima pengguna sekaligus secara nirkabel.
Piranti cerdas ini telah meraih beragam apresiasi di beberapa pasar internasional dan berhasil mencetak total penjualan yang cukup tinggi yaitu tiga juta unit di seluruh dunia. Bahkan produk ini juga berhasil meraih penghargaan "Award of Editor's Choice" pada perayaan bergengsi situs IT dan the "Annual E-fashion" produk serta terpilih menjadi "Work Gadget of the Year" di Australia.
Di Indonesia, Huawei E5830 telah dibundling dengan paket langganan TelkomselFlash unlimited secara cuma-cuma selama 3 bulan dengan harga Rp 999.000.
January 20, 2011
Facebook Tutup Aplikasi Informasi Pengguna
Liputan6.com, California: Situs jejaring sosial populer Facebook, kini kembali mengambil langkah terbaru dengan menutup aplikasi informasi pengguna khususnya. Misalnya, data pribadi seperti nomor telepon seluler atau ponsel dan alamat pengguna. Langkah ini diambil pengelola Facebook lantaran maraknya kejahatan di dunia maya.
Seperti dilansir situs Xinhua, Rabu (19/1), terhitung Jumat pekan silam Facebook sudah meniadakan aplikasi permintaan yang menanyakan informasi data pribadi seperti alamat dan nomor telepon. Terutama, saat pengguna selesai mengunduh aplikasi Facebook dan ingin memulai menggunakannya untuk sementara waktu.
Kendati demikian, langkah perubahan ini memicu protes banyak pengguna. Sebab, mereka tidak bisa melihat aplikasi tersebut akan memberitahukan informasi apa saja yang nantinya akan diakses selama proses instal aplikasi. Di lain pihak, pengelola Facebook gerah dengan maraknya kejahatan di dunia maya, terutama yang memanfaatkan informasi pengguna.
"Karena ini adalah informasi yang sensitif, kami mengizinkan akses informasi alamat rumah dan nomor telepon pengguna. Izin ini diberikan pada aplikasi yang akan digunakan dan melalui standar perizinan Facebook. Dan kami setuju untuk membuat perubahan ini. Kami juga akan segera mengumumkan secara resmi perubahan sementara ini." tulis pengelola Facebook, Douglas Purdy, dalam blog-nya.(JAY/ANS)
Seperti dilansir situs Xinhua, Rabu (19/1), terhitung Jumat pekan silam Facebook sudah meniadakan aplikasi permintaan yang menanyakan informasi data pribadi seperti alamat dan nomor telepon. Terutama, saat pengguna selesai mengunduh aplikasi Facebook dan ingin memulai menggunakannya untuk sementara waktu.
Kendati demikian, langkah perubahan ini memicu protes banyak pengguna. Sebab, mereka tidak bisa melihat aplikasi tersebut akan memberitahukan informasi apa saja yang nantinya akan diakses selama proses instal aplikasi. Di lain pihak, pengelola Facebook gerah dengan maraknya kejahatan di dunia maya, terutama yang memanfaatkan informasi pengguna.
"Karena ini adalah informasi yang sensitif, kami mengizinkan akses informasi alamat rumah dan nomor telepon pengguna. Izin ini diberikan pada aplikasi yang akan digunakan dan melalui standar perizinan Facebook. Dan kami setuju untuk membuat perubahan ini. Kami juga akan segera mengumumkan secara resmi perubahan sementara ini." tulis pengelola Facebook, Douglas Purdy, dalam blog-nya.(JAY/ANS)
Great!!!!!! Siswa-siswi SMK di Surabaya Rakit 4.484 Laptop
SURABAYA, KOMPAS.com - Siswa-siswi SMK di Surabaya sudah membuktikan diri bahwa mereka sanggup merakit laptop sendiri dalam jumlah massal. Sebanyak 4.484 unit netbook atau laptop mini berhasil mereka rakit untuk kebutuhan sendiri.
Perangkat tersebut akan dibagikan ke sekolah-sekolah menengah kejuruan baik negeri maupun swasta di Jawa Timur sepanjang pertengahan Januari 2011. Netbook itu dirakit 700 siswa SMK negeri dan swasta di Surabaya pada akhir November 2010 atas dukungan Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan Nasional.
Beberapa kepala sekolah SMK seperti dari Kabupaten Malang dan Bojonegoro terlihat mengambil komputer jinjing mini itu Senin (17/1/2011). Sebelum diserahkan, komputer jinjing mini dicek ulang oleh tim yang terdiri atas 12 siswa kelas X SMKN 2 Surabaya didampingi Hary Subagio Kepala Program Teknologi Informatika sekolah tersebut.
"Sesungguhnya sudah ada beberapa pengecekan awal, tetapi kontrol terakhir ini untuk meyakinkan karya siswa SMK memang bisa digunakan. Lagipula, ini sekaligus untuk pembelajaran siswa," tutur Hary.
Kepala SMKN 2 Surabaya Bahrun menambahkan, 4.484 komputer jinjing mini ini dibagikan kepada SMK Negeri Swasta se-Jawa Timur. Sebanyak 340 unit diberikan kepada 78 SMK Negeri Swasta di Surabaya. Adapun sisanya didistribusikan kepada 898 SMK Negeri dan Swasta di luar Surabaya, di Jatim.
Distribusi komputer jinjing mini untuk sekolah-sekolah di luar Surabaya hampir rampung pekan ini. Setelahnya, kata Bahrun, distribusi untuk sekolah di Surabaya. Diharapkan pekerjaan ini selesai sebelum Januari berakhir.
Setiap SMK mendapatkan 4 unit komputer jinjing mini dengan prosesor intel 1,66 GHz, perangkat keras (harddisk) 250 GB, memory 1 GB - DDR 3, perangkat baca kartu 8 in 1 card reader (MMC/RSmmc/sD).
Untuk perakitan itu, SMKN 2 Surabaya mencatatkan diri dalam rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemrakarsa perakitan laptop terbanyak.
Software Google Pecahkan Hambatan Bahasa - Kamis, 20 Januari
KOMPAS.com - Tak lama lagi, kita bisa berkeliling dunia dengan tenang dan mudah berkomunikasi dengan siapa saja tanpa terhambat masalah perbedaan bahasa. Berharaplah kepada Google yang sedang mengembangkan aplikasi pada ponsel Android sehingga bisa menerjemahkan ucapan orang ke bahasa lain secara otomatis.
Google membuat prototipe software penerjemah bernama "Conversation Mode" untuk ponsel Android. Cara kerja sistemnya adalah merekam kata-kata yang diucapkan dan mengucapkannya lagi dalam bahasa yang berbeda.
Conversation Mode sebetulnya adalah kombinasi antara Google Voice dan Google Translate. Layanan yang terakhir disebut merupakan layanan penerjemah teks. Conversation Mode bisa menerjemahkan lebih dari 50 bahasa dengan ponsel pintar, selama baterai masih ada dan ada sinyal layanan seluler.
Program ini didesain untuk belajar terus menerus sehingga mampu bekerja lebih baik. Program dapat terus diisi dengan terjemahan baru dan dengan bantuan komputasi cloud, sistem kompter yang menyimpan data di internet, pembaruan dapat langsung dinikmati bersama-sama.
Seperti didemonstrasikan pada saat pameran alat elektronik Internationalen Funkausstellung Berlin September 2010 lalu, Conversation Mode bisa menerjemahkan percakapan yang cukup rumit. Turis bisa bercakap-cakap lebih kompleks dengan orang lokal, tak sekadar menanyakan letak toilet.
Misalnya simulasi percakapan yang biasa terjadi di toko. Ada pertanyaan seputar warna barang dan potongan harga. Meskipun ada beberapa kali kesalahan, percakapan akhirnya berlangsung lancar.(National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)
Alat-alat Elektronik Ini Paling Ramah Lingkungan
KOMPAS.com — Hampir semua produsen alat elektronika mengklaim ramah lingkungan. Namun, di antara yang ramah lingkungan itu pasti ada yang paling ramah lingkungan, bukan? Rekomendasi Greenpeace mungkin bisa menjadi pertimbangan.
Di sela-sela Consumer Electronic Show (CES) pada 6-9 Januari 2011 lalu di Las Vegas Convention Center, Las Vegas, Amerika Serikat, LSM lingkungan tersebut mengumumkan hasil penilaiannya. Produk-produk elektronik yang dinilai oleh Greenpeace meliputi komputer desktop, notebook, netbook, monitor, ponsel, ponsel pintar, dan televisi. Seluruh produk yang terlibat dalam survei bernama "Green Electronic Survey" ini tersedia dalam kuartal pertama tahun 2011.
Renee Blanchard, Greenpeace International Toxics Campaigner, menyebutkan bahwa ada kemajuan dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun demikian, Greenpeace menganggap masih banyak yang harus dilakukan.
"Produsen membuat produk yang bebas bahan kimia paling beracun, efisien dalam penggunaan energi, dan mudah didaur ulang," ujarnya. "Kami berharap inovasi terus dilanjutkan dengan standar yang lebih tinggi," lanjut Blanchard.
Sebanyak 21 perusahaan elektronik diundang untuk turut serta dalam survei ini. Sebanyak 18 perusahaan mengirimkan produk yang dianggap paling ramah lingkungan. Greenpeace menilai berdasarkan penggunaan bahan kimia berbahaya dalam produk, penggunaan energi saat produk dioperasikan, umur produk, penggunaan energi untuk pembuatan produk, serta inovasi dan pemasaran.
Click here to read further.
Subscribe to:
Posts (Atom)


